Hatta Rahman dan Keberhasilan Menata Kawasan PTB Maros

 Berita, Headline, Maros, Wisata
banner 468x60

KAWASAN kuliner malam yang terletak di pusat kota Maros, yang populer disebut Pantai Tak Berombak (PTB), berkembang menjadi ruang publik yang ramai. PTB dikunjungi bukan hanya oleh warga Maros, tetapi juga warga dari daerah lain.

PTB Maros

PTB Maros. (Dok. Blogger Maros)

 

Disebut PTB karena kawasan ini mengelilingi sebuah kolam yang terletak dekat kantor Bupati Maros dan Terminal Marusu Maros. Suasananya sepintas mirip kawasan Pantai Losari Makassar. Bagi pengunjung, makan dan minum di PTB ditemani pancaran lampu-lampu yang memantul di atas kolam menciptakan suasana romantis.

Tak heran jika banyak orang memilih menghabiskan waktu di PTB. Beragam kios makanan ada di sini, nasi goreng, mie goreng, ayam lalapan, tahu isi, juga pisang epe’ dan kuliner nusantara lainnya.

PTB lahir dari ide Bupati Maros HM Hatta Rahman yang merelokasi pedagang kali lima (PKL) masuk ke kawasan ini, pada tahun 2011. Ratusan PKL yang awalnya berjualan di pinggir jalan sekitar kota sekitar Maros dipindahkan dan dikumpulkan dalam kawasan ini. Pemkab Maros juga merevitalisasi kawasan ini dengan menyiapkan sarana umum, termasuk free wifi.

Saat ini, daerah sekitar PTB juga ikut berkembang, jejeran ruko di bagian timur kolam membuatnya makin ramai. Juga sedang dibangun gedung pusat jajan modern untuk memperkuat keberadaan kawasan kuliner ini. Di bagian barat kolam, terdapat taman kota sebagai sarana bermain untuk anak-anak.

Seiring perkembangan, PTB sering dimanfaatkan sebagai tempat pertemuan sejumlah komunitas masyarakat atau sosial, terutama kaum muda. Apalagi sejumlah kios melengkapi diri dengan tenda-tenda cafe dengan dentuman musik yang meriah. Sejak sore hingga malam, terutama di akhir pekan, kawasan kuliner di sekeliling kolam kota ini menjadi pilihan bersantai, yah PTB: tempat nongkrong yang asyik.

Keberadaan kawasan kuliner ini mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Maros. Tahun 2010 misalnya, pertumbuhan mencapai 6,5 persen, tahun 2011 mencapai 7,05 persen dan tahun 2012 mencapai 8 persen.

Menurut Hatta Rahman, pembuatan kawasan kuliner menjadi salah satu upaya Pemkab Maros untuk mengatur pedagang kaki lima, supaya Maros tidak terlihat kumuh dengan pedagang-pedangan di pinggir jalan. (*)

banner 468x60

Author: 

penjaga warung kopi

No Responses

Leave a Reply